Skripsi Kependidikan – Kemampuan Keterampilan Perencanaan dan Pelaksanaan Pengajaran Guru Biologi SMP

Tulisan lengkap dalam bentuk Word… Silahkan Donwload :
Skripsi Kependidikan – Kemampuan Keterampilan Perencanaan dan Pelaksanaan Pengajaran Guru Biologi SMP

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

A.    Tinjauan Pustaka
1.     
Profesi dan Tanggung Jawab Guru
a.     
Gambaran Seorang Guru

Kalau kita layangkan sejenak pikiran kita ke dalam sebuah kelas, dimana sedang berlangsung pengajaran maka akan kita lihat seorang guru sedang mengajar. Setiap akan mengajar, seorang guru perlu membuat persiapan mengajar dalam rangka melaksanakan sebagian dari rencana bulanan dan rencana tahunan. Dalam persiapan itu sudah terkandung tentang : tujuan mengajar, pokok yang akan diajarkan, metode mengajar, bahan pelajaran, alat peraga, dan teknik evaluasi yang akan digunakan (Hamalik, 2001).

Menjadi seorang guru bukanlah pekerjaan yang mudah, seperti yang dibayangkan oleh sebagian orang, dengan bermodal penguasaan materi dan menyampaikannya kepada siswa sudah cukup. Hal ini belumlah dapat dikategorikan sebagai guru yang memiliki pekerjaan professional.

Jabatan guru dikenal sebagai suatu pekerjaan professional karena guru yang profesional, harus memiliki berbagai keterampilan, kemampuan khusus, mencintai pekerjaannya, menjaga kode etik guru dan sebagainya. Guru professional harus menguasai betul tentang seluk-beluk pendidikan dan pengajaran serta ilmu-ilmu lainnya. Tambahan lagi dia telah mendapatkan pendidikan khusus untuk menjadi guru dan memiliki keahlian khusus yang diperlukan untuk jenis pekerjaan ini maka sudah dapat dipastikan bahwa hasil usahanya akan lebih baik (Yamin, 2007).

b.      Peranan Guru

Mengajar merupakansuatu seni untuk mentransfer pengetahuan, keterampilan dan nili-nilai yang diharapkan oleh nilai-nilai pendidikan. Dengan demikian, guru sebagai suatu profesi mempunyai beberapa peranan yang harus dikuasai, yang dapat diuraikan sebagai berikut.

1)      Guru Sebagai Pengajar

Tugas guru adalah memberikan pelajaran di sekolah. Ia menyampaikan pelajaran agar siswa dapat memahami sedalam-dalamnya pengetahuan yang akan menjadi tanggung jawabnya dan menguasai dengan baik metode dan teknik belajar (Hamalik, 2001).

2)      Guru sebagai pendidik

Guru adalah pendidik yang menjadi tokoh dan panutan bagi para peserta didik dan lingkungannya. Oleh karena itu guru harus memiliki standar kualitas pribadi tertentu yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri, dan disiplin (Mulyasa, 2005).

3)      Guru sebagai pembimbing

 Guru berkewajiban memberikan bantuan kepada siswa agar mereka mampu menemukan masalahnya sendiri dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Pembimbing yang terdekat dengan peserta didik adalah gurunya (Hamalik, 2001).

4)      Guru sebagai pemimpin

Peranan sebagai pembimbing menurut kualifikasi tertentu seperti kesanggupan menyelenggarakan kepemimpinan, antara lain merencanakan, melaksanakan, mengoganisasi, mengkoordinasi kegiatan, mengontrol, dan melihat sejauh mana rencana telah terlaksana. Selain itu, guru juga dapat menjalin hubungan sosial, kemampuan berkomunikasi, ketabahan, humor, tegas, dan bijaksana (Hamalik, 2001).

5)      Guru sebagai pelatih dan penasehat

Guru harus berperan sebagai pelatih yang bertugas melatih peserta didik dalam pembentukan kompetensi materi standar juga memperhatikan perbedaan individual anak dan lingkungannya. Guru adalah penasehat bagi peserta didik, bahkan bagi orang tua, sehingga guru harus mampu memahami psikologi kepribadian dan ilmu kesehatan mental (Mulyasa, 2005).

6)      Guru sebagai evaluator

Dalam satu kali proses belajar mengajar, guru hendaknya menjadi seorang evaluator yang baik. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah tujuan yang telah dirumuskan telah tercapai atau belum, dan apakah materi yang telah diajarkan sudah cukup tepat melalui kegiatan evaluasi (Usman, 1995).

7)      Guru sebagai ilmuwan

Guru dipandang sebagai orang yang paling berpengetahuan sehingga guru wajib mengembangkan pengetahuannya dan terus memupuknya seperti dengan cara belajar sendiri, mengadakan penelitian, melakukan kursus, mengarang buku, atau membuat tulisan ilmiah.

 8)      Guru sebagai mediator dan fasilitator

Guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahamn  yang cukup tentang media pendidikan karena media pendidikan merupakan alat komunikasi yang dapat lebih mengeefektifkan proses belajar mengajar. Sebagai fasilitator guru hendaknya mampu mengusahakan sumber belajar yang berguna serta dapat menunjang pencapaian tujuan dan proses belajar mengajar (Usman, 2007).

9)      Guru sebagai pribadi

Guru dituntut memiliki sifat yang disenangi oleh siswa, masyarakat, dan orang tua. Tegasnya bahwa guru memiliki sifat-sifat pribadi yang disenangi oleh pihak luar, baik untuk kepentingan jabatannya maupun kepentingan dirinya sebagai warga negara (Hamalik, 2001).

10)  Guru sebagai penghubung

Sekolah berdiri di dua lapangan, yakni di satu pihak mengembangkan tugas menyampaikan informasi, ilmu, teknologi, kebudayaan, dan di lain pihak ia bertugas menampung aspirasi, masalah, kebutuhan, minat, dan tuntutan masyarakat dengan guru sebagi pelaksana. Banyak cara dilakukan oleh guru seperti public relation, buletin, pameran, dan kunjungan ke masyarakat (Hamalik, 2001).

11)  Guru sebagai pembaharu

Guru memegang peranan sebagai pembaharu, oleh karena melalui kegiatan guru penyampaian ilmu dan teknologi, contoh-contoh yang baik dan lain-lain, maka akan menamakan jiwa pembaharuan di kalangan murid (Mulyasa, 2005).

12)  Guru sebagai pembangun

Guru baik secara pribadi maupun sebagai profesional dapat menggunakan kesempatan yang ada untuk membantu berhasilnya rencana pembangunan masyarakat seperti KB, koperasi, dan sebagainya (Hamalik, 2001).

c.       Tanggung Jawab Guru

Guru dengan berbagai peranannya sebagaimana telah dikemukakan di atas juga memiliki berbagai tanggung jawab. Beberapa tangggung jawab tersebut, menurut Hamalik (2001), antara lain sebagai berikut.

1)      Guru harus menuntun murid-murid belajar agar mereka memperoleh keterampilan, pamahaman, perkembangan berbagai kemampuan, kebiasaan yang baik, dan perkembangan sikap yang serasi, dengan mempelajari tiap murid di kelasnya, merencanakan bahan ajar yang akan/telah diberikan, memilih dan mengunakan metode mengajar yang sesuai, menyediakan lingkungan belajar yang serasi, membantu murid menyelesaikan masalahnya, mengadakan hubungan dengan orang tua dan masayarakat.

2)      Turut serta membina kurikulum sekolah, karena seseungguhnya guru merupakan key person yang paling mengetahui tentang kebutuhan kurikulum yang sesuai dengan tingkat perkembangan murid. Karena itu, sewajarnya dia turut aktif dalam pembinaan kurikulum di sekolahnya.

3)      Melakukan pembinaan terhadap diri siswa (kepribadian, watak, jasmaniah) dengan perlu menyediakan kesempatan pada siswa untuk mengalami dan menghayati situasi yang hidup dan nyata. Selain itu, tingkah laku, watak dan kepibadian guru akan menjadi contoh konkret bagi murid.

4)      Memberikan bimbingan kepada murid agar mereka mampu mengenal dirinya, memecahkan masalahnya sendiri, mampu menghadapi kenyataan dan memiliki stamina emosional yang baik, sehingga guru harus memahami masalah bimbingan belajar, bimbingan pendidikan, pribadi dan terampil dalam penyuluhan yang tepat.

5)      Menyelenggarakan penelitian yang kontinyu dan intensif.

6)      Mengenal masyarakat sehingga guru dapat mengenal siswa dan menyesuaikan pelajarannya secara efektif. Serta turut aktif dalam kegiatan masyarakat agar guru mendapat peluang baik untuk menjelaskan keadaan sekolah dan masyarakat memikirkan kemauan pendidikan anak-anaknya.

7)      Turut serta membantu terciptanya kesatuan dan persatuan bangsa dan perdamaian dunia dengan pengenalan, pemahaman yang cermat, maka akan tumbuh persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan internasional dalam diri siswa.

Guru bertanggung jawab melaksanakan kegiatan pendidikan di sekolah dalam arti memberikan bimbingan dan pengajaran kepada para siswa. Tanggung jawab ini direalisasikan dalam bentuk melaksanakan pembinaan kurikulum, menuntun para siswa belajar, membina pribadi, watak, dan jasmaniah siswa, menganalisis kesulitan belajar, serta menilai kemajuan belajar para siswa (Hamalik, 2002).

Para ahli pendidikan mengemukakan bahwa pekerjaan guru tidak dapat dipegang oleh sembarang orang tanpa memiliki keahlian dalam bidang kependidikan dan keguruan. Profesi guru bukan saja menuntut dan mengisyaratkan pentingnya kepribadian yang baik, tetapi juga pentingnya kompetensi profesional, yakni berupa keterampilan mengajar dan mendidik (Hamalik, 2002).

2.      Keterampilan Merencanakan Pengajaran

Salah satu hal yang memegang peranan penting bagi keberhasilan pengajaran, adalah proses pelaksanaan pengajaran. Pelaksanaan pengajaran yang baik, sangat dipengaruhi oleh perencanaan yang baik pula. Agar pelaksanaan pengajaran berjalan efisien dan efektif maka diperlukan perencanaan yang tersusun secara sistematis, dengan proses belajar mengajar yang lebih bermakna dan mengaktifkan siswa serta dirancang dalam suatu skenario yang jelas (Ibrahim, 2003).

Guru yang baik akan berusaha sedapat mungkin agar pengajarannya berhasil. Salah satu factor yang dapat membawa keberhasilan tersebut adalah guru tersebut senantiasa membuat perencanaan mengajar sebelumnya. Adapun fungsi perencanan pengajaran adalah memeberi guru pemahaman yang jelas tentang tujuan pendidikan sekolah dan hubungannya dengan pengajaran yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan tersebut, membantu guru memperjelas pemikiran tentang sumbangan pengajaran terhadap pencapaian tujuan pendidikan, menambah keyakinan guru atas nilai-nilai pengajaran yang diberikan dan prosedur yang digunakan, membantu guru dalam rangka mengenal kebutuhan-kebutuhan siswa, minat-minat siswa dan mendorong motivasi belajar, mengurangi kegiatan yang bersifat trial dan error dalam mengajar dengan adanya organisasi kurikuler yang lebih baik, metode yang tepat dan menghemat waktu, siswa-siswa akan menghormati guru yang dengan sungguh-sungguh mempersiapkan diri untuk mengajar sesuai dengan harapan mereka, memberikan kesempatan bagi guru untuk memajukan pribadinya dan perkembangan profesionalnya, membantu guru memelihara kegairahan mengajar dan senantiasa memberikan bahan-bahan yang up to date kepada siswa (Hamalik, 2001).

Perencanaan pengajaran yang dipersiapkan oleh guru pada dasarnya berfungsi antara lain: menentukan arah kegiatan pengajaran, memberi isi dan makna tujuan, menentukan cara bagaimana mencapai tujuan yang ditetapkan, mengukur seberapa jauh tujuan itu telah tercapai dan tindakan apa yang harus dilakukan apabila tujuan belum tercapai (Nurdin dan Basyruddin, 2003).

Penyusunan rencana pengajaran secara umum perlu memperhatikan tujuan pembelajaran, kegiatan belajar mengajar, dan penilaian. Penyusunan rencana pengajaran meliputi langkah-langkah berikut: mempelajari susunan program dan GBPP, mempelajari kalender kependidikan, memperhatikan jadwal pelajaran, mengkaji dan mengembangkan materi, serta memperhatikan sasaran pendekatan, menjabarkan tujuan pembelajaran menjadi tujuan pembelajaran khusus, menentukan metode pengajaran, menyusun dan menata kegiatan belajar mengajar, menentukan alat dan bahan pelajaran yang diperlukan, menentukan alokasi waktu, dan menetapkan cara penilaian (Aqib, 2002).

Salah satu model perencanaan pengajaran adalah model J.E Kemp (1977), dimana perencanaan pengajaran menurut model ini antara lain: (1) menentukan tujuan pembelajaran secara umum untuk masing-masing pokok bahasan, (2) menganalisis karakteristik peserta didik untuk mengetahui latar belakang  pendidikan, sosial, serta untuk menentukan langkah-langkah yang perlu diambil, (3) menentukan tujuan pembelajaran khusus untuk membantu dalam menentukan materi dan evaluasi, (4) menentukan materi pelajaran yang harus disesuaikan dengan TIK/TPK, (5) menetapkan tes awal untuk mengetahui sejauh mana peserta didik telah memenuhi persyaratan belajar yang diperlukan untuk mengikuti program pengajaran, (6) menentukan strategi belajar mengajar yang harus sesuai dengan tujuan pembelajaran khusus, (7) mengkoordinasi sarana penunjang, yang meliputi tenaga fasiliotas, alat, waktu, dan tenaga, (8) dan mengadakan evaluasi (Harjanto, 1997).

Persiapan mengajar disusun berdasarkan rencana caturwulanan, persiapan ini disesuaikan dengan jadwal pelajaran. Isi persiapan mengajar sekurang-kurangnya memuat caturwulanan dan tanggal, pokok bahasan dan sub pokok bahasan, tujuan pembelajaran umum dan tujuan pembelajaran khusus, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, dan penilaian (Aqib, 2002).

Berhasil atau tidaknya kurikulum pendidikan yang telah direncanakan atau ditetapkan, kuncinya adalah terletak pada proses belajar mengajar sebagai ujung tombak dalam mencapai sasaran. Oleh karena itu, proses belajar mengajar yang terencana, terpola, dan terprogram secara baik dan sesuai dengan rambu-rambu yang ada dalam GBPP merupakan ciri dan indikator keberhasilan pelaksanaan kurikulum (Nurdin dan Basyruddin, 2003).

3.      Keterampilan Melaksanakan Prosedur Pengajaran

Dalam upaya peningkatan proses belajar mengajar, selain dapat merencanakan program pengajaran, seorang guru juga harus memiliki kemampuan dasar dalam melaksanakan dan mengembangkan tugas profesinya. Kemampuan dasar tersebut tidak lain adalah kompetensi keguruan (Sudjana, 1988).

Menurut Wijaya dan Tabrani (1991), keterampilan guru yang diwujudkan dalam kemampuan mengelola pengajaran dapat dirasakan dan dipantau oleh siswa dalam bentuk-bentuk antara lain : (1) siswa dapat mengikuti penyajian materi oleh guru, (2) penyajian bahan tidak terlalu cepat, (3) contoh-contoh dan soal-soal pelatihan diberikan secara cukup, (4) guru membantu siswa mengingat pelajaran-pelajaran yang pernah diperoleh, (5) guru berusaha menjawab pertanyaan siswa seandainya siswa belum mengerti, (6) guru membahas soal-soal pelatihan (tes) yang tidak dapat diselesaikan oleh siswa.

Pada umumnya, kegiatan pelajaran di kelas dimulai dengan guru melakukan kegiatan rutin seperti menertibkan siswa, mengisi daftar hadir, menyampaikan pengumuman, menyuruh menyiapkan alat-alat pengajaran dan buku yang akan digunakan, kemudian diakhiri dengan memberikan tugas rumah. kegiatan-kegiatan tersebut memang harus dikerjakan oleh guru, tetapi bukan merupakan pengajaran yang sebenarnya.

Proses pengajaran yang akan dilakukan oleh seorang guru haruslah dapat menciptakan suasana siap mental dan dapat menimbulkan perhatian siswa agar terpusat pada hal-hal yang akan dipelajari. Untuk menimbulkan perhatian siswa terhadap hal-hal yang akan dipelajari, maka seorang guru harus dapat menimbulkan rasa ingin tahu siswa, membangkitkan motivasi siswa, memvariasikan gaya mengajar, menggunakan berbagai media pendidikan, memberi penguatan, dan memvariasikan pola interaksi belajar mengajar.

Berbagai cara dapat digunakan oleh guru untuk menarik perhatian siswa antara lain sebagai berikut.

  1. Untuk menarik perhatian siswa, dapat diusahakan penggunaan gaya mengajar yang bervariasi.
  2. Untuk menarik perhatian siswa dapat digunakan berbagai macam media pengajaran seperti model, skema, gambar dan sebagainya. Dengan pemilihan dan penggunaan media yang tepat, guru dapat memperoleh beberapa keuntungan, yaitu siswa tertarik perhatiannya, timbul motivasinya untuk belajar, dan terjadi kaitan antara hal-hal yang telah diketahuinya dengan hal-hal baru yang akan dipelajari.
  3. Agar siswa selalu tertarik dan memusatkan perhatiannya pada pelajaran, guru dapat menggunakan berbagai macam pola interaksi yang bervariasi, misalnya guru berdemonstrasi dan siswa mengamati, guru menerangkan dan mengajukan pertanyaan, siswa menyimak dan menjawab pertanyaan.

Menurut Hasibuan (1999), ada beberapa aspek yang dapat dilakukan dalam pelaksanaan pengajaran, diantaranya sebagai berikut.

1)      Menarik pehatian siswa, usaha yang dapat dilakukan antara lain, gaya mengajar yang bervariasi, penggunaan media pengajaran, dan pola interaksi yang bervariasi.

2)      Menimbulkan motivasi, dapat dikerjakan dengan cara menunjukkan kehangatan dan keantusiasan, menimbulkan rasa ingin tahu, mengemukakan ide-ide yang bertentangan serta memperhatikan minat siswa.

3)      Memberikan acuan, merupakan usaha memberikan gambaran yang jelas kepada siswa mengenai hal-hal yang akan dipelajari dengan cara mengemukakan secara spesifik dan singkat serangkaian alternatif yang relevan. Usaha-usaha tersebut antara lain: mengemukakan tujuan dan batas-batas tugas, menerangkan langkah-langkah yang akan dilakukan, mengingatkan maslah pokok yang akan dibahas, dan mengajukan pertanyaan.

4)      Membuat kaitan, dimana bahan pengait sangat penting digunakan bila guru ingin memulai pelajaran yang baru. Beberapa usaha yang dapat dilakukan oleh guru antara lain: membuat kaitan antara aspek-aspek yang relevan dengan mata pelajaran yang dikenal siswa atau guru membandingkan atau mempertentangkan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang telah diketahui oleh siswa.

5)      Memberikan penguatan yang diartikan sebagai tingkah laku guru dalam merespon secara positif suatu tingkah laku tertentu siswa yang memungkinkan tingkah laku tersebut timbul kembali. Memberikan penguatan merupakan tingkah laku yang mudah diucapkan tetapi sukar dilakukan. Kegiatan memberikan penghargaan atau pengutan dalam proses belajar mengajar dalam kelas jarang sekali dilaksanakan oleh guru.

Usaha yang dapat dilakukan seorang guru pada saat proses pengajaran akan berakhir adalah membuat rangkuman pelajaran yang sudah disampaikan, menyuruh siswa membuat ringkasan bahan pelajaran yang sudah dipelajari, dan mengadakan evaluasi tentang bahan pengajaran yang baru diberikan.

Jika guru berhasil melaksanakan proses pengajaran dengan baik, maka dengan selesainya proses belajar mengajar, siswa benar-benar memperoleh pengetahuan yang bulat (utuh) sebagai hasil kegiatan belajar yang telah dilakukan.

B.     Kerangka Pikir

Cara menyampaikan pengetahuan yang paling tepat adalah dengan jalan menuangkan ilmu pengetahuan pada anak didik dan tentu saja melalui keterampilan-keterampilan yang kompeten untuk diterapkan dalam suatu pembelajaran. Dalam hal ini, peranan guru sebagai pelaksana proses belajar mengajar menjadi dominan. Guru dipandang sebagai orang yang paling tahu dan pandai dalam segala hal. Hal yang demikian menuntut guru untuk lebih memperhatikan apa yang akan diberikan pada anak didiknya, agar tercipta proses belajar mengajar yang efektif dan tentu saja bermutu. Untuk melaksanakan tugasnya secara baik sesuai dengan profesi yang dimilikinya, seorang guru perlu menguasai berbagai hal sebagai kompetensi yang harus dimiliki.

Keterampilan mengajar merupakan bentuk keterampilan yang harus diketahui, dikuasai dan senantiasa diterapkan dalam proses belajar mengajar. Karena hal ini tentu saja akan berdampak pada kualitas belajar siswa serta kepercayaan masyarakat terhadap sosok guru dan sekolah serta sistem pendidikan. Karena itu, guru yang baik senantiasa dituntut untuk dapat membuat perencanaan pengajaran dengan baik sebelum melaksanakan pengelolaan prosedur pengajaran yang sesungguhnya.

Guru yang memiliki kualitas keterlaksanaan tugas mengajar adalah guru yang melaksanakan tugas mengajar dalam proses belajar mengajar sesuai tuntutan kompetensi mengajar. Indikatornya adalah (1) segala aktivitas dan tanggung jawab guru dalam menyusun pembelajaran dalam kaitannya dengan siswa pada interaksi belajar, seperti: merumuskan tujuan pembelajaran umum, menentukan metode mengajar, menentukan langkah-langkah mengajar, menentukan cara-cara memotivasi siswa, menyusun bahan pengajaran dengan berpedoman pada kurikulum, memilih bahan pengajaran bidang studi sesuai dengan karakteristik siswa, menyusun bahan pengajaran sesuai dengan taraf berpikir siswa, mengatur tempat duduk sesuai dengan strategi yang digunakan, menentukan alokasi penggunaan waktu belajar mengajar, menentukan cara mengorganisasi siswa agar terlibat secara aktif dalam proses belajat mengajar, menentukan pengembangan alat pengajaran, menentukan media pengajaran, menentukan sumber pengajaran, merencanakan bermacam-macam bentuk dan prosedur penilaian, dan membuat alat penilaian hasil belajar; dan (2) melaksanakan proses pembelajaran seperti: menyampaikan bahan pengait atau apresiasi, memotivasi siswa untuk melibatkan diri dalam kegiatan belajar mengajar, menyampaikan bahan, memberi contoh, menggunakan alat/ media pengajaran, memberi kesempatan kepada siswa untuk terlibat secara aktif, memberi kekuatan, mengatur penggunaan waktu, mengorganisasi siswa, mengatur dan memanfaatkan fasilitas belajar, melaksanakan penilaian selama proses belajar mengajar berlangsung, menyimpulkan materi pelajaran, dan memberi tindak lanjut.

Perihal andiagussalim
1. Pusat Rental Komputer & Jasa Pengetikan 2. Percetakan 3. Penerbitan 4. Fotography & Videography Lokasi : Jln. Wijaya Kusuma Raya No. 62 Banta-bantaeng Makassar 90222

One Response to Skripsi Kependidikan – Kemampuan Keterampilan Perencanaan dan Pelaksanaan Pengajaran Guru Biologi SMP

  1. Ping-balik: makalah keperawatan gigi | ermiystikes

Komentar :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s