Rumput Berbunga

Rahasia itu seperti abadi dihatimu…
Seperti tak akan retas
Meski selaksa kesedihan mulai mengikis kesetiaanmu
Juga kian mengikis barisan keyakinanmu

Haruskah aku pulang menuntun jalanmu
Menuntaskan rindu,
Kemudian menyusun kembali satu demi satu
rangkaian pengharapanmu
yang memang belum usai.

Tapi sungguh, aku belum bisa
sebab aku tersesat di labirin rahasiamu.
Tetap menanti kau membuka jalan
dengan cinta yang pernah di hatimu

Kumohon… Jangan terus bersembunyi di balik isyaratmu…
Cinta telah begitu perih..
Bahasakanlah…
Agar aku pulang di kebahagiaanmu
Agar rumput-rumput itu kembali berbunga seperti dulu…

DN : Andi Agussalim
Makassar, 19 April 2010

2 Responses to Rumput Berbunga

  1. Ping-balik: makalah keperawatan gigi | ermiystikes

  2. cici mengatakan:

    buat lagi dong kak puisinya

Komentar :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s