Tondongkura

Tondongkura
Kurindukan belaimu

Kepada Kadieng pun Madidi yang kurenangi menuju keremajaanku
Kepada Pussaju, wahana benih-benih hidupku

Kurindu membawa hatiku bermain lagi di riangmu
bercanda lagi dengan puluhan ikan emas
di kolam air memancur tepat segitiga jantung halamanmu
tepat depan rumah kakekku

Ah, rumah kakekku
sebuah gubuk yang kini hanya dihuni beberapa serpihan kenangan paling indah
pernah disana, Puang Betta memperpahamkanku
betapa hidup ini adalah ketulusan
sebentuk kejujuran, pengabdian, juga serentetan patriotisme

Tapi wahai senyum Tondongkura
Kenapa indah peta masa kecilku tak mampu lagi kutelusuri kini
samar di antara kepentingan yang seperti iblis merasuk jiwamu
nanar dan mengabur silsilahmu ditelan bengis feodalisme
mengapa jejak perkasa rimbamu malah dihempas rupiah demi rupiah tak bermoral

mengapa wajahmu tertunduk saat kubutuh jawabmu
apa tak kau lihat, air mata orang seperti kami tertetes perih karenamu
apa tak kau lihat, kami rindu setiap ikhlasmu
setiap nyanyian-nyanyian cintamu yang seperti dulu

aih
kubawa rintik-rintik rinduku kuhantarkan kembali
mengaji alif batasa, mungkin di penghujung senja kelak
bersamamu
di pangkuanmu

One Response to Tondongkura

  1. Ping-balik: makalah keperawatan gigi | ermiystikes

Komentar :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s